pernah nggak sih kamu ngerasa kalo kamu sudah melakukan sebuah kesalahan. Kesalahan besar sepanjang hidupmu yang mebuatmu terus mengira bahwa dirimu adalah orang paling bodoh yang pernah kau temui. Bahkan kamu merasa bahwa ini bukan dirimu yang dulu yang sudah lama kamu kenal.
Dan pernah nggak sih, kesalahan yang pada awalnya menurutmu itu hanya sebuah kerikil kecil yang mungkin tak akan berpengaruh banyak dalam kehidupanmu, justru ternyata itu adalah alasan utama munculnya masalah besar yang terus menari dan berputar di pikiranmu.
Dan ketika semua itu sudah terjadi. Ketika sesuatu yang dari dulu kamu takutkan itu benar-benar menjadi kenyataan. Baru saat itulah kamu sadar bahwa pemikiranmu mengenai sebuah kerikil itu salah besar. Dan sesuatu yang kau anggap enteng itu justru menjadi alasan utama mengapa kini kau benar-benar merasa menyesal. Penyesalan yang belum pernah kau rasakan sepanjang hidupmu. Penyesalan yang membuatmu terus mengharap adanya keajaiban yang akan memberimu lorong waktu hingga kau dapat kembali ke masa lampaumu. Lalu hatimu takkan berhenti berkata, "God, take me back to few months ago. maybe september, october, or november. I promise I"ll fix everything and do my best for sure"
****
Di saat kamu merasa seperti itu, percayalah bahwa itulah yang dinamakan warna-warni kehidupan.
Justru bersyukurlah bagi kalian yang pernah mengalaminya. Gausah resah. Itu bukan sebuah hukuman maupun kutukan buatmu kok. Justru Allah sedang menambahkan warna baru yang akan mempercantik kehidupanmu. Jadikan itu sebagai sebuah cambukan dan pelajaran bagimu untuk menjadi yang terbaik diantara mereka-mereka yang berusaha menjadi lebih baik. Semakin banyak masalah yang kau alami, semakin banyak pelajaran yang kau dapat, maka semakin banyak pula warna kehidupan yang akan mempercantik harimu. Berlagaklah layaknya kau bodyguard handal yang tak akan sekalipun membiarkan emosi menguasaimu. Justru, jadikan dirimu seorang penguasa yang akan mengusir jauh-jauh emosi ketika ia mencoba menghampirimu. Percayalah, "Allah tidak akan memberi suatu cobaan diluar kemampuan hambanya"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar