Remaja berusia kurang lebih 23 tahun itu kini sibuk mempersiapkan
segalanya. ya, tak lama lagi ia akan menghadapi ujian kelulusan sebuah
universitas yang akan membawanya resmi sebagai seorang sarjana.
Keluarganya bisa dibilang sangat mapan. Ayahnya begitu sayang kepadanya,
jelas karena memang dialah anak semata wayangnya. Setelah wisudanya
nanti, sang anak telah membayangkan betapa orang tuanya akan bangga
kepadanya dan secara otomatis ia akan mendapat hadiah berupa sebuah
mobil sport mewah yang telah ia idam2kan sejak lama. Mobil yang selama
ini hanya bisa ia intip dari sebuah dealer mobil yang setiap hari ia
lewati ketika menuju kampus. Dengan semangat, ia kembali me-review
materi yg telah dipelajarinya.
Hari wisuda pun tiba. Orang tuanya
datang dan memeluknya erat2 sebagai tanda rasa bangga padanya.
Sesampainya di rumah, sang ayah meminta si anak untuk datang ke kantor
kerjanya. Betapa senangnya remaja tersebut, mobil yg diidam2kannya
selama ini tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Begitu si anak masuk,
sang ayah menyuruhnya duduk dan memberinya sebuah kotak. Remaja itu
segera membuka kotak tersebut sembari membayangkan kunci mobil yang akan
ia dapat dari dalamnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat
ternyata yg di dalamnya adalah sebuah kitab suci.. Si anak pun marah
kepada sang ayah, "papa ini gimana sih, papa kan orang kaya? Kenapa sih
papa nggak kasih aku mobil sport yang aku pengenin selama ini?!! Apa
papa udah gapunya duit lagi, ha? Percuma pa aku selama ini belajar giat
kalau ternyata hadiahnya hanya ini!!" Si anak segera keluar sembari
melempar kotak tersebut.
Setelah kejadian itu, si anak tak
pernah lagi menampakkan dirinya. Ia memutuskan untuk pergi dan menikahi
seorang wanita yang dicintainya. Setelah beberapa tahun, si anak
berhasil sukses dan bisa dibilang cukup mapan. Ia teringat akan ayahnya
dan berniat untuk menemui sang ayah sembari memperkenalkan sang istri
dan kedua anaknya. Jauh2 hari telah ia siapkan hari cuti untuk menemui
sang ayah. Namun betapa terkejutnya ia ketika ia mendapat kabar bahwa
sang ayah telah meninggal dunia.
Ia segera menuju rumah lamanya
yang kini hanya tersisa foto kenangan sang ayah. Betapa hancurnya
hatinya kala itu. Ia mencoba untuk masuk ke ruang kerja sembari
mengenang masa2 lalu bersama sang ayah. Dan betapa terharunya ia, ketika
ia melihat kotak yang telah ia banting di depan ayahnya beberapa tahun
yang lalu, ternyata masih tersimpan rapih di sebuah lemari kecil lengkap
bersama kitab sucinya. Ia coba mengambil kitab suci itu dan dibukanya
lembar demi lembar. Ia menemukan sebuah kertas terselip di tengah2 kitab
suci, dan betapa kagetnya ia ketika ia melihat bahwa kertas itu adalah
bukti pengambilan mobil sport mewah yang berstempel lunas di sebuah
dealer yang sering ia lewati di masa kuliah.
Hatinya terenyuh.
Tercabik cabik rasanya. Bertapa ia merasa begitu bersalah kepada sang
ayah. Di kotak itu terselip sebuah surat, "nak, apa kabarmu sekarang?
Apa kau baik2 saja di sana? Mengapa kamu lama tidak pulang, nak? Ayah
kangeeen sekali denganmu. Sebenarnya ayah sudah siapkan hadiah ini
untukmu nak, ayah sudah siapkan semuanya sebagai rasa bangga atas
kelulusanmu. Tapi kau terburu marah dan tak memberi kesempatan ayah
untuk bicara. Maafkan ayah ya. Semoga kau menjadi orang sukses di sana "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar