Selasa, 25 September 2012

DAD...

Remaja berusia kurang lebih 23 tahun itu kini sibuk mempersiapkan segalanya. ya, tak lama lagi ia akan menghadapi ujian kelulusan sebuah universitas yang akan membawanya resmi sebagai seorang sarjana. Keluarganya bisa dibilang sangat mapan. Ayahnya begitu sayang kepadanya, jelas karena memang dialah anak semata wayangnya. Setelah wisudanya nanti, sang anak telah membayangkan betapa orang tuanya akan bangga kepadanya dan secara otomatis ia akan mendapat hadiah berupa sebuah mobil sport mewah yang telah ia idam2kan sejak lama. Mobil yang selama ini hanya bisa ia intip dari sebuah dealer mobil yang setiap hari ia lewati ketika menuju kampus. Dengan semangat, ia kembali me-review materi yg telah dipelajarinya.

Hari wisuda pun tiba. Orang tuanya datang dan memeluknya erat2 sebagai tanda rasa bangga padanya. Sesampainya di rumah, sang ayah meminta si anak untuk datang ke kantor kerjanya. Betapa senangnya remaja tersebut, mobil yg diidam2kannya selama ini tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Begitu si anak masuk, sang ayah menyuruhnya duduk dan memberinya sebuah kotak. Remaja itu segera membuka kotak tersebut sembari membayangkan kunci mobil yang akan ia dapat dari dalamnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat ternyata yg di dalamnya adalah sebuah kitab suci.. Si anak pun marah kepada sang ayah, "papa ini gimana sih, papa kan orang kaya? Kenapa sih papa nggak kasih aku mobil sport yang aku pengenin selama ini?!! Apa papa udah gapunya duit lagi, ha? Percuma pa aku selama ini belajar giat kalau ternyata hadiahnya hanya ini!!" Si anak segera keluar sembari melempar kotak tersebut.

Setelah kejadian itu, si anak tak pernah lagi menampakkan dirinya. Ia memutuskan untuk pergi dan menikahi seorang wanita yang dicintainya. Setelah beberapa tahun, si anak berhasil sukses dan bisa dibilang cukup mapan. Ia teringat akan ayahnya dan berniat untuk menemui sang ayah sembari memperkenalkan sang istri dan kedua anaknya. Jauh2 hari telah ia siapkan hari cuti untuk menemui sang ayah. Namun betapa terkejutnya ia ketika ia mendapat kabar bahwa sang ayah telah meninggal dunia.

Ia segera menuju rumah lamanya yang kini hanya tersisa foto kenangan sang ayah. Betapa hancurnya hatinya kala itu. Ia mencoba untuk masuk ke ruang kerja sembari mengenang masa2 lalu bersama sang ayah. Dan betapa terharunya ia, ketika ia melihat kotak yang telah ia banting di depan ayahnya beberapa tahun yang lalu, ternyata masih tersimpan rapih di sebuah lemari kecil lengkap bersama kitab sucinya. Ia coba mengambil kitab suci itu dan dibukanya lembar demi lembar. Ia menemukan sebuah kertas terselip di tengah2 kitab suci, dan betapa kagetnya ia ketika ia melihat bahwa kertas itu adalah bukti pengambilan mobil sport mewah yang berstempel lunas di sebuah dealer yang sering ia lewati di masa kuliah.

Hatinya terenyuh. Tercabik cabik rasanya. Bertapa ia merasa begitu bersalah kepada sang ayah. Di kotak itu terselip sebuah surat, "nak, apa kabarmu sekarang? Apa kau baik2 saja di sana? Mengapa kamu lama tidak pulang, nak? Ayah kangeeen sekali denganmu. Sebenarnya ayah sudah siapkan hadiah ini untukmu nak, ayah sudah siapkan semuanya sebagai rasa bangga atas kelulusanmu. Tapi kau terburu marah dan tak memberi kesempatan ayah untuk bicara. Maafkan ayah ya. Semoga kau menjadi orang sukses di sana "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar